25 Maret 2014, Comments 0

Hidayatullahkudus.com – Memasuki bulan Dzulhijjah, jutaan umat Islam melaksanakan rukun Islam ke lima. Bila biasanya ibadah haji ditunaikan di kota suci Makkah, Sabtu (20/10/2012) para siswa KB-TK Yaa Bunayya Situbondo belajar menunanaikannya dilingkungan Yayasan Al-Amin Situbondo.

Sekurangnya 150 siswa, Sabtu (20/10/2012) melakukan kegiatan pembelajaran manasik haji. Dipusatkan di halaman Yayasan Al-Amin, mereka melakukan seluruh prosesi haji yang biasanya hanya dilakukan di kota Makkah oleh para calon jamaah haji.

Mulai dari pemberangkatan di embarkasi, kemudian sampai di Saudi Arabia, mencari kerikil untuk lempar jumrah, melempar jumrah aqabah, sampai mengelilingi replika Kabah yang ditempatkan di bagian dalam masjid. Seluruh siswa diwajibkan mengikuti seluruh aktivits tersebut.

Diceritakan, dalam manasik terdapat 5 kloter. Dari masing-masing kloter tersebut, para siswa-siswi tampil membawa bendera bermacam-macam negara. Mulai Indonesia sebagai umat Islam terbanyak sampai negara yang memiliki jumlah umat muslim minoritas.

Hewan padang pasir yang biasanya didominasi Unta, dalam manasik itu, diganti dengan hewan kurban yang akan disembelih pada hari tasyrik. Irham satu diantara siswa KB-TK Yaa Bunayya  ketika ditanya mengatakan sangat senang ikut kegiatan manasik haji. ”Bisa haji seperti nenek,” ungkap Irham

ARIF koordinator penyelenggara kegiatan  mengatakan bahwa kegiatan Sabtu (20/10/2012) untuk menanamkan pengetahuan tentang ibadah haji kepada anak-anak. Selain itu juga untuk mempraktekan langsung teori-teori haji yang sebelumnya dijelaskan melalu masing-masing kelas. “Agar mereka secara langsung praktek ibadah haji,” jelas Sholehuddin Arifin saat berbincang  disela-sela kegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *